Semangat Sang Burung

Duar… puok..puok… aduh sakit…aku jatuh lagi, kok aku tidak bisa terbang separti burung-burung yang lainnya. Ada apa dengan diriku dan tubuhku?? Padahal aku punya juga punya sayap seperti mereka “keluhan si burung”

 

Ha…ha…ha…terdengar suara parau dan penuh ejekan di balik pohon, Eh…si ular kenapa kamu kok tertawa?? Iya…kamu itu emang burung yang bodoh , makanya tidak bisa terbang.

 

Kau mengejekku ular, aku tidak bodoh, aku bakal buktiin ke kamu, kalau aku pasti bias terbang tinggi dan lebih tinggi dari mereka.

 

Hah.. dasar burung bodoh.. terusin mimpimu, kamu itu cacat, makanya kamu tidak dapat terbang seperti mereka dan kamu itu juga bodoh..kalau kamu terbang pasti kamu bakal mati terbawa arus angin.

 

Aku tidak cacat, aku punya dua sayap seperti mereka dan aku juga yakin kalau aku pasti bakal bisa terbang. Lihat saja nanti ya burung…

 

Burungpun sedih dan ejekan si ular sedikit membuat hati dia agak ragu, dia bertanya kepada diri dia sendiri. Apakah aku bias terbang seperti mereka??? Iya…aku pasti bisa..aku gak boleh nyerah.

 

Akhirnya burungpun mencoba terbang kembali keawan….

 

Brr…brr…brr…puak..puak…aduh aku jatuh lagi…sakit…huh..aku harus bangun, aku tidak boleh putus asa, aku pasti bisa…aku akan membuktikan kepada ular bahwa akau bisa terbang nan jauh di awan.

 

Bagus burung..semangatmu tidak boleh redup, semangatmu harus tetap membara

Terima kasih ya kelinci…kamu sudah menyemanagati aku..

 

Iya sama-sama…kamu jangan dengerin apa kata mereka, kamu harus percaya diri bahwa kamu pasti bisa. Tapi kamu juga harus berusha ya…

Pasti kelinci….

 

Si burungpun latihan lagi..dan kali ini, dia terjatuh lagi..dan yang paling menyedihkan, si burung mendapat ejekan dari si harimau lagi…

 

Hey…burung bodoh…kamu itu tidak bisa terbang ya??kok jatuh? Kalu tidak bisa terbang jangan memaksakan

 

Aku bisa terbang kok, aku yakin sekali. Aku pasti bisa..kamu jangan sekali-kali ngeledek aku lagi..

 

Halah…aku yakin pasti kamu tidak bakal bisa terbang, sini biar aku makan saja atubuhmu…buat hidangan siangku kali ini.’’ejek singa”

 

Dasar singa rakus, aku tidak bakal menyerahkan tubuhku ke dalam lubangmu. Dasar rakus..

 

Burungpun berjalan pulang ke rumahnya, sesampai di rumah dia bertanya kepada ibunya…”bu…kenapa aku tidak bisa terbang??”

 

Hihihi…tawa ibu si burung, ibu kok mlah tertawa begitu….anakku sayang…kamu itu masih terlalu muda untuk latihan terbang, lihatlah..sayapmu belum seperti sayap ibu yang sudah lebat dan sempurna, sayapmu masih begitu rimgkih anakku..dan belum waktunya kamu untuk terbang, ketika kamu menginjak dewasa nanti pasti kamu bakalan bisa terbang..

Benar bu?? Iya…anakku sayang…

 

Setelah menginjak dewasa, si burungpun mulai latihan terbang lagi..karena sayapnya yang sudah mulai sempurna..

 

Brrr…brrr…brrr… hore…hore…hore… ibu aku bisa terbang…aku bisa terbang…asik…asik…aku bisa menari-nari di awan..

 

Hoe…singa, ular, kelinci….aku bisa terbang, ternyata usahaku tidak sia-sia..aku bisa buktiin ke kalian kan??jadi jangan kau ejek aku lagi..

 

Akhirnya si singa dan ularpun meminta maaf kepada burung atas ejekan mereka dulu, dan mereka memberi ucapan selamat dan semangat kepada si bubung…burungpun bahagia bisa terbang  dan menari ke awan dan mereka bertiga pun berteman.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: